Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

9 Resiko Pakai Aplikasi Pinjaman Online Ilegal Sampai Kena Teror Debt Collector


Pengen terhindar dari kejaran Debt Collector ? Yuk, Simak cara agar terlepas dari teror aplikasi pinjaman online ilegal.

Mengenal Aplikasi Pinjaman Online Ilegal

Aplikasi Pinjaman Online Ilegal adalah sebuah layanan pinjam uang Fintech yang tidak terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan OJK. Pinjaman online ilegal tersebut sebenarnya sudah di tutup. Namun, setiap bulan bahkan hari pinjol ilegal kian sampai meledak dan berganti yang baru secara terus menerus.

Meminjam uang di aplikasi pinjol itu memanglah gampang dan menggiurkan. Dengan syarat-syarat tertentu kamu bisa mendapatkan uang pinjaman dengan cepat dan gak ribet. Dengan bermodalkan Kartu Identitas Penduduk, Kamu bisa memperoleh pinjaman uang langsung cair masuk rekening.

Namun, Dibalik mudahnya minjam di aplikasi pinjol, Nasabah peminjam uang akan menghadapi sejumlah kesulitan seperti suku bunga hutang yang lama kelamaan mencekik sampai harus meladeni kejaran Debt Colector yang biasanya tidak memiliki etika dan sopan santun.

Selain itu, Suku bunga dan denda yang biasanya 0,8% sesuai ketentuan OJK, Menjadi lebih tinggi dan kian akan menambah beban pikiran gimana cara melunasi pinjamannya ?. Kebenaran selanjutnya, Pinjol ilegal akan meminta akses data pribadi kamu hingga sampai data ponsel kamu seluruhnya.

Apakah Tindak Lanjut Pemerintah Soal Pinjaman Online Ilegal Cepat Cair Tersebut ?

Menanggapi banyaknya korban yang diinformasikan akibat dari aplikasi pinjaman online ilegal, Pemerintah mengirim lembaga Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI) dan Kepolisian Republik Indonesia (POLRI) untuk memberantas Fintech yang tidak memiliki izin pinjaman online resmi  dari OJK.

Aksi pemberantasan aplikasi pinjol ilegal membuahkan hasil seperti yang dibeberkan oleh ketua Dewan Otoritas Jasa Keuangan OJK bahwa, “Kurang Lebih 3.365 pinjaman online ilegal sudah diblokir oleh Satgas Waspada Investasi singkatan dari SWI sejak 2018 sampai hingga juli 2021.

Sebanyak 7.128 pengajuan laporan orang-orang masuk terkait pinjol ilegal itu. Namun pihak terkait masih menyelidiki lebih lanjut apakah pengaduan tersebut sudah berdasarkan bukti-bukti yang diperlukan apa belum ?

Lalu Gimana Nasib Orang Yang Sudah Terjerat Aplikasi Pinjaman Online Ilegal ? 

Lembaga Satgas Waspada Investasi SWI memberikan sebuah solusi untuk hal itu. Apa-apa yang harus dilakukan ketika kamu sudah terlanjur masuk ke Fintech pinjaman online simak sebagai berikut.

  • Jika mampu untuk melunasi aplikasi pinjaman online ilegal tersebut segeralah melakukannya, supaya tidak ada beban pikiran yang harus dikhawatirkan.
  • Ketika pinjaman uang kamu sudah melewati tempo dan gak mampu bayar. Alangkah baiknya kamu berhenti untuk mecari pinjaman ke pinjaman lain untuk membayar hutang lama.
  • Adukan masalah kamu kepada pihak terkait seperti Satgas Waspada Investasi (SWI) dan kepolisian
  • Bila kamu mempunyai keterbatasan kemampuan untuk melunasi aplikasi pinjaman online ilegal, Ada baiknya kamu minta restrukturisasi berupa untuk mengurangi bunga, dan mintalah keringan untuk perpanjangan waktu bayar cicilan.
  • Penagihan dari pada pinjol ilegal itu kalau sudah melewati batasan sampai meneror dengan kata-kata yang tidak sopan dari Debt Collector. Alangkah baiknya kamu blokir kontak si peneror, kasih tau orang yang ada dikontak kamu kalau ada sms atau WA harap mengabaikannya.

Itulah tips dari Satgas Waspada Investasi untuk kamu yang sudah terlanjur terjerat aplikasi pinjaman online ilegal. Selain itu, ini ada beberapa ciri – ciri pinjaman online ilegal menurut lembaga resmi Otoritas Jasa Keuangan OJK.

  • Untuk aplikasi pinjaman online ilegal biasanya nomer kamu di SMS berupa penawaran pinjaman uang yang sangat mudah dan menggiurkan. Namun, SMS penawaran pinjolnya itu bisa dianggap spam.
  • Pinjol ilegal akan meminta biaya sebagai jasa pinjam uangnya, Namun fee pinjolnya sangatlah tinggi hingga 40% dari yang dipinjamkannya.
  • Seperti halnya Bank Indonesia (BI) pinjaman online ilegal juga ada suku bunga dan denda di dalamnya. Tetapi dalam Fintech pinjol ilegal bunga atau dendanya bisa mencapai 1% – 4% per harinya.
  • Hal yang wajar jika pinjaman memiliki tenor waktu pelunasan di dalamnya. Aplikasi pinjaman online ilegal sendiri mempunyai ciri khas berupa jangka waktu yang diberikan itu sangatlah singkat dan tidak bisa ditawar.
  • Kategori aplikasi pinjaman online ilegal biasanya akan meminta data yang ada di Hp seperti foto, Video, dan data pribadi lainnya yang mungkin akan digunakan sebagai bahan meneror nasabah yang telat bayar.
  • Sistem penagihan cicilan pembayar dari pinjol ilegal biasanya bernada keras, tidak sopan, dan paling parahnya lagi melakukan pelecehan terhadap nasabah.
  • Hal yang ditakutkan oleh pinjaman online ilegal adalah dilaporkan Otoritas Jasa Keuangan OJK. Pastinya pinjol ilegal tersebut tidak memiliki layanan pengaduan izin resmi dari lembaga yang desediakan pemerintah.

Jadi, lebih baik kamu jangan asal mau saat ditawari aplikasi pinjaman online ilegal. Ada bagusnya cek terlebih dahulu apakah jasa pinjam uang itu sudah terdaftar di OJK apa tidak ? Iya, mungkin kamu membutuhkan uang, Tapi jangan asal – asalan memilih jasa  pinjolnya untuk menghindari tersebarnya data pribadi kamu.

Untuk tips buat kamu, janganlah menyebarkan nomer pribadi di media sosial. Untuk mengantisipasi adanya pinjol ilegal yang secara terus menerus mengusik hidup kamu seperti SMS spam bahkan bisa melalui aplikasi whatsapp.

Contoh Orang Yang Terjerat Aplikasi Pinjaman Online Ilegal

Di antara semua nasabah yang sudah terjerat pinjaman online ilegal, Salah satunya ada yang jenus dan stres sampai mencoba aksi bunuh diri karena sebab tak bisa lunasi fintech pinjaman uang yang katannya suku bunga dan denda perharinya semakin besar.

Memanglah hal yang sangat meresahkan ketika kehidupan diusik fintech aplikasi pinjaman onlline ilegal dan terus dalam mangsa kejaran Debt Collector pinjol ilegal. Maka dari itu, Inilah beberapa contoh kasus orang yang sudah menjadi alumni pinjol ilegal yang sampai mencoba aksi  bunuh diri.

Kasus Percobaan Bunuh Diri Di Kamar Mandi Minimarket

Seorang cowok ber inisial KS di Jakarta Timur pada malam hari mencoba aksi bunuh diri dengan cara menyayat tangannya dengan cutter.  Sudah diselidiki motif ini dan ternyata dia terlilit pinjol sebesar 20 juta rupiah. Mungkin aksi percobaan bunuh diri yang dilakukan berinisial KS ini karena stres dan khawatir gak bisa melunasinya.

Meneror Korban Dengan Menyebarkan Foto

Beralih kasus di provinsi Jawa Tengah kota Solo yaitu seorang cewek ber inisial YI. Cewek  tersebut dipermalukan dimedia sosial dengan menggunakan fotonya dengan caption “siap digilir” untuk melunasi hutang. Btw, cewek berinial YI ini kebetulan meminjam uang di Incash yang tak terdaftar OJK.

Gantung Diri Di Pohon Kelapa

Kasus ini ada di Sumatera Barat sopir angkot berinisial NF, Beliau terpuruk pikiran hutang pinjaman online hingga diteror debt collector dan sampai akhirnya dia bertekatan mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di Pohon Kelapa.

Oke sobat, begitulah nasib – nasib korban yang terlilit utang online, Mungkin beliau sangatlah putus asa hingga mengakhiri hidupnya dengan cara yang berbeda – beda. Kesimpulannya, alangkah baiknya kamu janganlah hutang di aplikasi pinjaman online ilegal. Karena pada hukum Islam meminjam uang kalau ada bungannya itu Riba.