Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Inilah 5 Bahaya Aplikasi Pinjaman Uang Ilegal Seperti Yang Pernah Menjadi Korbannya


Banyak orang yang resah mengenai Bahaya Aplikasi Pinjaman Uang Ilegal yang terkadang mengancam, memaksa dan menakut-nakuti nasabah akan menyebarkan data pribadinya. Bahkan orang yang tidak pernah melakukan pinjaman online Fintech atau mengaku tidak pernah mendaftar terkena dampaknya.

Bahaya Aplikasi Pinjaman Uang Ilegal

Untuk itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengatakan bahwa kamu harus memilah pinjaman uang karena tak sedikit pinjol yang ilegal. Selain itu, Orang-orang diharuskan mengerti tentang Bahaya Aplikasi Pinjaman Uang Ilegal dan modus jebakan pinjol ilegal.

Seperti yang pernah dikatakan Ketua Satgas (OJK) yaitu “ada beberapa hal yang dinginkan pinjam uang ilegal agar bisa menjebak nasabahnya, Pinjol ilegal sangat berbahaya bahkan bisa menjerat masyarakat yang tidak tahu apa-apa”.

Inilah Ada Tiga Modus Bahaya Aplikasi Pinjaman Uang Ilegal Ilegal Yang Sering Kali Diterapkan

Pertama, Ongkos atau Fee untuk jasa pinjol ilegalnya sangat besar hingga 40% dari yang dipinjamnya.

Kedua, Denda dan bunganya sangat besar hingga mencapai 1% sampai 4% per harinya. Namun biasanya tidak jelas diberitahukan saat dalam perjanjian pinjaman online.

Ketiga, Pinjol ilegal tidak memiliki layanan jasa pegaduan seperti (OJK) dan Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) yang biasanya menangani pengaduan konsumen dari Fintech Lending Iegal. Namun pengaduan pinjol ilegal dapat dilakukan ke Polisi atau Satgas Waspada Investasi (SWI).

Maka dari itu, Istilah sebagai peminjam uang online. Jangan sampai memilih layanan akses Fintech pinjol yang ilegal. Dikarenakan sangatlah berbahaya bahkan merugikan dan mungkin ini ada beberapa contoh Bahaya Aplikasi Pinjaman Uang Ilegal yang sudah dirasakan oleh beberapa orang..

Melakukan Pinjaman Online Ke Banyak Fintech

Pengen melakukan pinjaman online langsung cair ? Oke, Yuk simak beberapa contoh resiko orang yang sudah terjerat pinjaman online.

Seperti kasus yang dilakukan oleh seorang guru Taman Kanak-Kanak (TK) yang sempat ramai digosipkan soal Bahaya Aplikasi Pinjaman Uang Ilegal. Kabarnya Guru TK tersebut melakukan hutang di 24 pinjol. Sampai akhirnya dia tidak dapat melunasi dan di pecat sebagai guru TK ditempat mengajarnya.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyelidiki kasus tersebut ternyata ketika ditelusuri lebih dalam, Ia tidak tahu menahu soal itu, Sampai akhirnya dia melakukan hutang ke banyak Fintech dengan waktu yang sangat singkat dan berbeda beda. Lebih parahnya, Sebagian dari Fintech tersebut ada yang dikategorikan pinjol ilegal.

Itulah ngerinya pinjaman online langsung cair ktp yang sudah dialami oleh beberapa orang seperti guru tersebut. Apalagi dalam pinjaman online ilegal kalo telat bayar mungkin kamu akan di denda yang sangat tinggi bahkan bisa dijebloskan ke penjara.

Gimana masih pengen mengajukan pinjaman online ? Maaf gak dulu pak, saya takut akan resikonya. Nah, mungkin itu yang akan timbul dipikiran kamu seperti halnya kami saat ditawari untuk melakukan pengajuan pinjaman online.

Bagi kamu yang sudah terlanjur mengambil dan menunda pembayaran pinjaman uang Fintech, Alangkah baiknya simak beberapa Bahaya Aplikasi Pinjaman Uang Ilegal yang mungkin akan muncul.

Ada Tiga Macam Resiko Pinjaman Online Jika Telat Bayar

Memasuki Blacklist Sistem Layanan Informasi Keuangan SLIK OJK

Pinjaman online sering kali akan dimintai dokumen penting yang serupa seperti KTP, KK, NPWP Bahkan bisa slip gaji. Walaupun terbilang sederhana, Ternyata pihak pinjaman online Fintech dengan adanya syarat ini bertujuan untuk mengetahui identitas diri seperti nama lengkap sesuai identitas, alamat rumah dan lain lain.

Jika kamu yang sudah terlanjur terjerat utang pinjaman online dan sampai tidak mampu melunasi cicilannya. Kamu harus bersiap untuk mendapat konsekuensi Bahaya Aplikasi Pinjaman Uang Ilegal yang akan didapat berupa, Data pribadi kamu akan dilaporkan kepada OJK dan kamu akan dimasukkan sebagai daftar hitam layanan pinjam online Fintech.

Tapi, Jangan sampai kamu menganggap hal ini remeh, Memasuki daftar hitam kamu berarti akan kesulitan dan bahkan tidak harapan lagi untuk menerima bantuan finansial yang ada di lembaga keuangan pemerintah Indonesia.

Jika hal seperti ini terjadi, kamu tidak dapat menerima ataupun menghindar dari keterpurakan daftar hitam yang sudah sesuai dari Bahaya Aplikasi Pinjaman Uang Ilegal yang kamu dapat OJK. Untuk itu, jangan sampai kamu senantiasa berani meminjam uang jikalau kamu sedang dalam keadaan genting di kemudian hari.

Maka dari itu, kamu diwajibkan untuk melunasi cicilan setiap harinya. Sebagai tumpuan, Pilihlah Pinjaman Online Fintech yang legal. Pengajuan pinjam uang jangan terlalu besar (Semampunya) menyesuaikan gaji kamu perbulannya.

Suku Bunga dan Denda Yang Kian Terus Menumpuk

Sudah menjadi hal yang umum jika keterlambatan mendapat denda saat tidak mampu melunasi cicilan pinjaman online Fintech tepat waktunya. Dengan kesengajaan tidak melunasi jasa pinjaman online, kamu akan mendapati Bahaya Aplikasi Pinjaman Uang Ilegal berupa denda yang kian akan membengkak.

Parahnya lagi, beban suku bunga yang ada di pinjaman online sangatlah tinggi, Bukan hal yang wajar jika denda jumlah pinjaman online membengkak hingga akhirnya bisa disebutkan sebagai suatu hal yang mustahil untuk melunasinya.

Berdasarkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bahwa diberlakuan suku bunga dan denda ketika kamu mengalami keterlambatan membayar cicilan dikenakan denda 0,8% perharinya. Selain itu, Sejumlah suku bunga atau denda saat keterlambatan maksimal yang bisa dikenakan sampai di angka 100% sesuai jumlah pokok pinjaman online.

Untuk itu, Kami akan memberi sebagai contoh ketika kamu meminjam 5 juta dan tunggakannya dalam kurun tenor tertentu, sejumlah pinjaman yang akan dikembalikan sampai 10 juta (Ketika Telat Membayar).

Namun, peraturan dari OJK pinjaman tersebut hanya diberlakukan untuk pinjaman online yang legal dan sudah terdaftar di OJK. Jadi tidak diragukan lagi mengenai Bahaya Aplikasi Pinjaman Uang Ilegal jika ada seorang yang menjadi korban pinjol ilegal yang harusnya membayar denda 100% tapi harus membayar melebih batas maksimal dari yang ditetapkan.

Pengganggu Kehidupan Debt Collector

Jasa layanan pinjaman online memiliki aneka prosedur untuk mengoreksi kamu dari perilaku mangkir dan bertanggung jawab atas tangguhan membayar cicilan pinjam uang. Aturan tersebut sudah resmi sesuai prosedur yang dipublikasikan oleh Asosiasi Fintech Pendanaan bersama Indonesia (AFPI).

Proses awalnya, Nasabah yang meminjam uang di Fintech hanya diingatkan melalui SMS, WA, dan Telepon. Jika masih saja gak ada jawaban dalam arti tidak kunjung membayar. Tim dari pinjol yang bisa dikatakan sebagai Debt Collector akan segera melakukan penagihan di Rumah peminjam uangnya..

Namun, dalam kurun waktu lama masih belum membayar, Hal ini justru akan membuat hidup kamu serasa tidak nyaman bahkan akan membuat tetangga rumah terkena dampak dari Tim Collection Fintech yang selalu mengusik kehidupan kamu.

Oke sobat, Jadi dalam hal mengenai hutang piutang itu pada dasarnya itu boleh dan halal untuk dilakukan. Tetapi, beda halnya ketika pinjam uang namun ada bunganya, Jadi menurut hukum Islam bahwa Bahaya Aplikasi Pinjaman Uang Ilegal yang pengembalian uang ada bunganya itu haram karena Riba.

Alangkah tentram hidup kamu ketika tiada pinjaman uang (riba) dalam kehidupan. Lebih baik tidak utang karena sebab riba menurut agama. Hidup menjadi tentram dan tidak ada tanggungan di dunia maupun akhirat.